"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu..."
(QS. Al-Ahzab: 59)
Ketika Hijab Menjadi Tren
Beberapa tahun terakhir, dunia fashion mengalami perubahan besar. Istilah modest fashion atau fesyen sopan semakin dikenal di berbagai negara. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, banyak merek internasional mulai menghadirkan koleksi pakaian yang lebih tertutup.
Indonesia pun menjadi salah satu pemain penting dalam perkembangan tersebut. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, konsumsi fesyen Muslim dunia mencapai sekitar USD327 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD433 miliar pada 2028. Hal ini menunjukkan bahwa modest fashion bukan lagi pasar kecil, melainkan bagian penting dari industri global.
Di sisi lain, penelitian terbaru terhadap Muslimah Indonesia menunjukkan bahwa pilihan berhijab saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pemahaman agama, pengaruh media sosial, dan tren fesyen. Artinya, hijab kini tidak hanya dipandang sebagai pakaian, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup.
Namun, di tengah perkembangan tersebut muncul pertanyaan penting:
Apakah hijab masih dipakai karena ketaatan, atau mulai bergeser menjadi sekadar pelengkap penampilan?
Hijab Bukan Sekadar Penutup Kepala
Dalam Islam, hijab bukan hanya kain yang menutupi rambut. Ia adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan bentuk penjagaan kehormatan diri.
Allah Ta'ala berfirman:
"...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..."
(QS. An-Nur: 31)
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan hijab bukan sekadar aksesori, tetapi bagian dari adab berpakaian yang menjaga aurat dan kesopanan.
Karena itu, keindahan hijab tidak hanya terletak pada warna, motif, atau modelnya, melainkan pada niat dan cara memakainya sesuai tuntunan syariat.
Tantangan Muslimah di Era Media Sosial
Media sosial menghadirkan ribuan inspirasi berpakaian setiap hari. Banyak konten kreator menampilkan gaya hijab yang menarik, kreatif, dan elegan. Hal ini memiliki sisi positif karena menunjukkan bahwa berpakaian syar'i dapat tetap rapi dan indah.
Namun, ada pula tantangan yang perlu disadari.
Kadang seseorang merasa harus selalu mengikuti tren terbaru agar dianggap modis. Ada pula yang lebih sibuk mencari pujian daripada menjaga tujuan utama berhijab.
Islam tidak melarang berhias. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan."
(HR. Muslim no. 91)
Akan tetapi, keindahan dalam Islam selalu berjalan bersama nilai kesederhanaan, adab, dan ketakwaan.
Antara Fashion dan Syariat
Islam tidak mengajarkan bahwa pakaian harus kusam atau tidak menarik. Sebaliknya, pakaian yang bersih, rapi, dan indah adalah sesuatu yang dianjurkan.
Yang perlu dijaga adalah agar fesyen tidak menghilangkan tujuan hijab itu sendiri.
Beberapa hal yang patut menjadi renungan:
- Apakah pakaian yang dikenakan masih menutup aurat dengan baik?
- Apakah bahannya tidak terlalu tipis atau menerawang?
- Apakah bentuknya tidak terlalu ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh?
- Apakah cara berpakaian lebih bertujuan mencari ridha Allah daripada sekadar mengejar pengakuan manusia?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk menghakimi orang lain, melainkan sebagai bahan muhasabah bagi diri sendiri.
Lima Cara Mempertahankan Hijab di Tengah Tren Fashion
1. Luruskan niat
Hijab adalah ibadah. Ketika niat utama adalah menaati Allah, tren akan menjadi pelengkap, bukan tujuan.
2. Pilih pakaian yang tetap memenuhi syariat
Model boleh mengikuti perkembangan zaman selama tidak menghilangkan prinsip dasar menutup aurat.
3. Bijak memilih panutan
Tidak semua yang viral layak ditiru. Pilihlah teladan yang tidak hanya menginspirasi dalam berpakaian, tetapi juga dalam akhlak.
4. Bangun lingkungan yang saling menguatkan
Memiliki teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan akan membantu menjaga istiqamah.
5. Terus belajar
Semakin seseorang memahami hikmah hijab, semakin kuat pula alasan untuk mempertahankannya.
Hijab Adalah Perjalanan
Setiap Muslimah memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang telah berhijab sejak kecil, ada yang baru memulai, dan ada pula yang masih berjuang untuk istiqamah.
Karena itu, lebih baik saling mendoakan daripada saling merendahkan.
Mengingatkan dalam Islam tetap penting, tetapi hendaknya dilakukan dengan ilmu, adab, kelembutan, dan kasih sayang.
Penutup
Perkembangan dunia fashion tidak harus menjadi ancaman bagi hijab. Justru ia dapat menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa berpakaian sesuai syariat tidak menghalangi seseorang tampil rapi, profesional, dan percaya diri.
Yang perlu dijaga adalah agar makna hijab tidak tenggelam oleh tren yang terus berubah.
Mode akan berganti setiap musim.
Media sosial akan terus menghadirkan gaya baru.
Namun, tujuan berhijab tetap sama: sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan penjagaan kehormatan seorang Muslimah.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada setiap Muslimah untuk menjaga hijabnya dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan pakaian yang dikenakan bukan hanya indah dipandang manusia, tetapi juga bernilai ibadah di sisi-Nya.
