[Ustadz: Ustadz Subhan Bawazier] [Durasi: 01:34:26]
Tidak semua orang menyadari bahwa usia 40 tahun memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Al-Qur'an menyebutkan fase ini sebagai masa ketika seseorang telah mencapai kekuatan dan kedewasaan yang sempurna. Allah Ta'ala berfirman:
"Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, 'Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, agar aku dapat mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.'"
(QS. Al-Ahqaf: 15)
Ayat ini bukan sekadar menyebut angka empat puluh, tetapi memberikan arahan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menjalani fase penting dalam hidupnya.
Puncak Kedewasaan Seorang Manusia
Usia 40 tahun sering disebut sebagai masa kematangan berpikir dan emosional. Pada usia ini, seseorang umumnya telah memiliki banyak pengalaman hidup, baik keberhasilan maupun kegagalan. Ia mulai memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau popularitas.
Bahkan, Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama ketika berusia 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa usia tersebut merupakan fase yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia.
Memasuki usia ini, seorang muslim hendaknya mulai menata ulang prioritas. Jika sebelumnya banyak disibukkan dengan urusan dunia, kini saatnya lebih serius mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Saatnya Memperbanyak Bakti kepada Orang Tua
Dalam ayat tersebut, setelah menyebut usia 40 tahun, Allah langsung mengingatkan tentang nikmat yang diberikan kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan bahwa salah satu amal terbesar pada fase ini adalah berbakti kepada ayah dan ibu.
Tidak sedikit orang tua yang ketika memasuki usia lanjut mengalami perubahan sifat. Mereka menjadi lebih sensitif, mudah lupa, atau terkadang bersikap seperti anak kecil. Semua itu bukan alasan untuk mengurangi penghormatan kepada mereka.
Allah memerintahkan agar kita tetap berbuat ihsan kepada kedua orang tua. Keridaan Allah sangat erat kaitannya dengan keridaan mereka. Selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat, seorang anak hendaknya terus melayani, menghormati, dan mendoakan kedua orang tuanya.
Doa yang Layak Diamalkan Setiap Hari
Allah mengajarkan sebuah doa yang sangat indah dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15. Doa ini mencakup seluruh kebutuhan seorang muslim.
Di antaranya adalah memohon agar Allah memberi kemampuan untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Sebab banyak nikmat yang sering terlupakan, mulai dari kesehatan, keluarga, rezeki, hingga kesempatan beribadah.
Selain itu, doa tersebut juga berisi permohonan agar Allah membimbing kita melakukan amal saleh yang diridai-Nya. Tidak cukup hanya banyak beramal, tetapi yang lebih penting adalah amal tersebut diterima oleh Allah.
Bagian berikutnya adalah doa agar Allah memperbaiki keturunan. Setiap orang tua tentu berharap memiliki anak-anak yang saleh, menjadi penyejuk hati, dan terus mendoakan orang tuanya setelah mereka meninggal dunia.
Muhasabah Menjelang Senja Kehidupan
Memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai merasakan perubahan. Tenaga tidak lagi sekuat dahulu. Tubuh lebih mudah lelah. Rambut mulai memutih. Penyakit perlahan bermunculan.
Semua itu adalah pengingat bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya.
Inilah saat yang tepat untuk memperbanyak muhasabah. Sudah sejauh mana ibadah kita? Sudahkah kita memperbaiki hubungan dengan Allah? Bagaimana hubungan kita dengan keluarga, orang tua, dan sesama muslim?
Semakin bertambah usia, seharusnya semakin bertambah pula kualitas ibadah, bukan justru semakin jauh dari Allah.
Dari Mengejar Dunia Menuju Mempersiapkan Akhirat
Usia muda sering diisi dengan mengejar pendidikan, pekerjaan, membangun usaha, dan mengumpulkan harta. Semua itu dibolehkan selama dilakukan dengan cara yang halal.
Namun ketika telah memasuki usia 40 tahun, seorang muslim hendaknya mulai mengubah orientasi hidup. Dunia tetap diusahakan, tetapi jangan sampai melalaikan tujuan utama, yaitu meraih ridha Allah dan keselamatan di akhirat.
Perbanyak amal saleh, perbaiki shalat, dekatkan diri dengan Al-Qur'an, jaga silaturahmi, hormati orang tua, didik anak-anak dengan agama, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan.
Penutup
Usia 40 tahun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, tetapi awal dari babak baru yang lebih matang. Allah mengingatkan agar pada fase ini manusia menjadi pribadi yang pandai bersyukur, gemar beramal saleh, berbakti kepada orang tua, serta memohon kebaikan bagi keturunannya.
Semoga Allah memberikan kepada kita kemampuan untuk mengamalkan doa yang diajarkan dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15, menjadikan sisa umur kita penuh keberkahan, serta menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah. Aamiin.