Selama ini, setiap kali ingin umrah, jamaah harus mengurus visa dari nol — satu visa untuk satu perjalanan. Kini aturan itu berubah. Arab Saudi baru saja memperkenalkan visa Umrah multiple-entry berlaku satu tahun penuh, memungkinkan jamaah bolak-balik ke Tanah Suci tanpa harus mengajukan visa baru setiap kali berangkat.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan kebijakan ini pada 20 Juli 2026 lalu. Visa baru ini berlaku selama 365 hari sejak tanggal penerbitan dan mengizinkan pemegangnya masuk ke Kerajaan berkali-kali, dengan total masa tinggal kumulatif maksimal 90 hari selama masa berlaku visa tersebut.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Setiap kali jamaah keluar dari Arab Saudi, visa akan otomatis nonaktif dan baru bisa diaktifkan kembali untuk kunjungan berikutnya setelah persyaratan regulasi terpenuhi. Untuk setiap kali masuk, jamaah tetap wajib membeli paket layanan dari penyedia resmi melalui platform digital Nusuk, dengan durasi paket yang tidak boleh melebihi sisa hari yang tersedia pada visa. Izin Umrah melalui aplikasi Nusuk juga tetap menjadi syarat wajib sebelum keberangkatan.
Satu pengecualian penting: visa multiple-entry ini tidak berlaku untuk masuk ke Arab Saudi selama musim Haji berlangsung.
Momentum di Tengah Lonjakan Jamaah
Peluncuran visa baru ini muncul tepat ketika jumlah kedatangan jamaah Umrah sedang melonjak tajam. Awal musim 1448H mencatat kenaikan jumlah jamaah pemegang visa Umrah sebesar 22,5%, dengan 931.500 jamaah masuk ke Kerajaan antara 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram — sementara total kedatangan internasional pada periode yang sama menembus 1,27 juta orang.
Pakistan tercatat sebagai negara asal jamaah terbanyak dengan sekitar 200.000 orang, disusul Indonesia dengan 170.000 jamaah, dan Irak di posisi ketiga dengan 130.000 jamaah.
Musim Umrah 1448H sendiri telah dimulai sejak 31 Mei 2026, tak lama setelah musim Haji 1447H berakhir, dan akan berlangsung hingga 23 Maret 2027. Batas akhir penerbitan visa Umrah ditetapkan pada 9 Maret 2027, dan seluruh jamaah wajib meninggalkan Kerajaan paling lambat 7 April 2027.
Infografis Jumlah Jamaah Umroh.
Bagian dari Visi 2030
Kebijakan visa multiple-entry ini menjadi langkah lanjutan Arab Saudi dalam memperluas akses ibadah Umrah, sejalan dengan Saudi Vision 2030 yang menempatkan sektor keagamaan dan pariwisata sebagai salah satu pilar diversifikasi ekonomi Kerajaan di luar minyak. Tahun lalu, Arab Saudi juga telah mengizinkan warga negara dan penduduk negara-negara Teluk untuk melaksanakan Umrah sepanjang tahun tanpa batasan musim tertentu.
Dengan kombinasi kemudahan visa dan tren kenaikan jumlah jamaah, sektor Umrah Arab Saudi tampaknya sedang memasuki fase pertumbuhan barunya.
Sumber:
The National (20 Juli 2026)
Saudi Gazette (20 Juli 2026)
AGBI (20 Juli 2026)
Siasat.com (18 Juli 2026)
Saudi Press Agency / SPA (18 Juli 2026)
