Memuat…
Terkini
Pencarian Terakhir
Belum ada pencarian.
Pencarian Populer

Teknologi

Arab Saudi Bidik Jadi Raksasa Eksportir Komputasi AI dalam 8-10 Tahun

Saudi Siap Jadi Eksportir Komputasi

TheKhalifa.ID - Arab Saudi diproyeksikan menjadi salah satu eksportir daya komputasi (computing power) terbesar di dunia dalam kurun delapan hingga sepuluh tahun ke depan, sebagaimana posisinya saat ini sebagai salah satu eksportir minyak terbesar dunia. Proyeksi ini disampaikan oleh Rajit Nanda, CEO perusahaan pusat data DataVolt, yang berbasis di Riyadh.

Menurut Nanda, keyakinan DataVolt terhadap Arab Saudi bertumpu pada tiga faktor utama: ketersediaan energi murah, konektivitas jaringan, dan posisi geografis yang strategis. DataVolt sendiri merupakan bagian dari Saudi Vision Invest Group, kelompok usaha yang juga pernah menaungi perusahaan energi terbarukan Acwa Power pada masa awal berdirinya.

Energi Murah Jadi Modal Utama

Nanda menyebut biaya produksi listrik dari proyek energi hijau berskala besar di Arab Saudi berada di kisaran 2 sen dolar AS per kilowatt-jam, atau sekitar 30-40 persen lebih murah dibandingkan biaya sejenis di China. Di sisi konektivitas, Kerajaan kini memiliki 17 kabel bawah laut yang mendarat di wilayahnya, dan jumlah ini ditargetkan bertambah menjadi 24 dalam dua tahun ke depan.

Kapasitas pusat data domestik Arab Saudi saat ini tercatat sekitar 300 megawatt, dan diperkirakan melonjak hingga 800 megawatt pada 2030 atau 2031. Namun menurut Nanda, permintaan domestik bukan pendorong utama ekspansi ini — targetnya justru menjadikan Arab Saudi sebagai "pabrik komputasi bagi dunia".

Proyek Oxagon dan Faktor Lokasi

Visi tersebut tengah diwujudkan melalui proyek DataVolt di Oxagon, kawasan industri dalam megaproyek NEOM, dengan target kapasitas 1,5 gigawatt. Konstruksi diperkirakan mulai berjalan sekitar 12 minggu ke depan, dengan fase pertama ditargetkan beroperasi pada kapasitas ratusan megawatt.

Faktor ketiga yang menurut Nanda masih kurang mendapat perhatian pasar adalah lokasi geografis Arab Saudi. Dari Kerajaan, sekitar separuh populasi dunia dapat dijangkau dalam latensi 120 milidetik, mencakup sekitar 1,4 miliar penduduk Afrika, 2 miliar penduduk Asia Selatan dan Tenggara, serta 450 juta penduduk Eropa.

Proyek Terjual Habis Sebelum Rampung

DataVolt saat ini mengelola sekitar 60 megawatt kapasitas proyek di Arab Saudi dan Uzbekistan, dengan investasi senilai hampir 1 miliar dolar AS. Meski awalnya disebut sebagai "langkah awal" untuk menguji pasar, permintaan ternyata jauh melampaui ekspektasi — hampir seluruh kapasitas telah terjual, hanya menyisakan beberapa megawatt.

Sekitar 70 persen kapasitas DataVolt di Arab Saudi dialokasikan untuk beban kerja AI, sementara sisanya untuk komputasi awan. Perusahaan ini juga menjadi salah satu operator pertama di kawasan Teluk dan Asia Tengah yang menerapkan pendinginan cair berskala besar, teknologi yang memungkinkan rak komputasi berkepadatan tinggi untuk pelatihan model AI.

  • Biaya listrik energi hijau Arab Saudi: sekitar 2 sen dolar AS/kWh
  • Jumlah kabel bawah laut: 17 unit, ditargetkan 24 dalam dua tahun
  • Kapasitas pusat data domestik: 300 MW saat ini, target 800 MW pada 2030-2031
  • Target kapasitas proyek Oxagon NEOM: 1,5 gigawatt

Di sisi sumber daya manusia, DataVolt melalui Energy and Water Academy meluncurkan program pelatihan tiga tahun setara gelar universitas untuk mencetak operator pusat data bersertifikat. Program bertajuk data dan AI ini awalnya menargetkan 100 kursi, namun menerima sekitar 16.500 pendaftar hanya dalam empat hari.

Sumber: Arab News

Bagikan Artikel Ini