TheKhalifa.iD - Riyadh – Kucing pasir (Felis margarita), salah satu spesies kucing liar paling langka di dunia, masih terus bertahan di habitat gurun Arab Saudi. Satwa yang dijuluki "Ghost of the Desert" atau "Hantu Gurun" ini menjadi simbol keberhasilan berbagai upaya konservasi yang dilakukan kerajaan dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Menurut Saudi Press Agency (SPA), tim peneliti di Prince Mohammed bin Salman Royal Reserve berhasil mencatat pencapaian bersejarah dengan memasang sekaligus mengambil kembali kalung pelacak berbasis Global Positioning System (GPS) dari enam ekor kucing pasir. Keberhasilan ini menjadi yang pertama di dunia untuk spesies tersebut.
Melalui teknologi GPS dan analisis genom, para peneliti berhasil mengumpulkan data ilmiah paling lengkap mengenai perilaku, pola pergerakan, hingga struktur populasi kucing pasir. Penelitian tersebut juga dilakukan bekerja sama dengan Royal Zoological Society of Scotland (RZSS) melalui laboratorium WildGenes.
![]() |
| "Ghost of the Desert" |
Kucing pasir dikenal memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan gurun yang ekstrem. Hewan ini memiliki bulu berwarna krem yang berfungsi sebagai kamuflase alami, telapak kaki berbulu untuk melindungi dari panasnya pasir, serta kebiasaan berburu pada malam hari sehingga jarang terlihat manusia.
Karena sifatnya yang sangat pemalu dan aktif pada malam hari, keberadaan kucing pasir sulit dipantau. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi GPS menjadi langkah penting untuk memahami perilaku satwa ini sekaligus mendukung strategi konservasi jangka panjang.
Pihak pengelola kawasan konservasi menyebutkan bahwa data hasil penelitian akan membantu melindungi spesies langka tersebut, termasuk memahami wilayah jelajah, kebutuhan habitat, hingga ancaman yang dihadapinya di alam liar. Informasi tersebut juga memperkuat penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa kucing pasir kemungkinan hanya terdiri dari dua subspesies, bukan empat seperti yang selama ini diyakini.
Upaya konservasi ini menjadi bagian dari program perlindungan satwa liar Arab Saudi yang terus diperluas melalui pengelolaan kawasan lindung dan pemantauan ilmiah. Keberhasilan melacak "Hantu Gurun" diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelestarian kucing pasir agar tetap bertahan di habitat aslinya di masa mendatang.
Sumber:
- Saudi Press Agency (SPA), Prince Mohammed bin Salman Royal Reserve Records Global Achievement in Tracking Desert Ghost.
- Arab News, Saudi royal reserve uses GPS tracking on sand cats in global first.
