TheKhalifa.iD - Jeddah -- Selama musim Haji dan Umrah, banyak jemaah yang mencari situs-situs yang bisa memperdalam pemahaman mereka tentang Islam dan sejarahnya. Situs bersejarah dan museum arkeologi di Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah memberikan pengalaman edukatif mendalam bagi jutaan pengunjung dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Di Makkah:
Kawasan Budaya Hira — terletak di dekat Jabal An-Nur, area seluas 67.000 meter persegi ini menawarkan perjalanan sejarah dan budaya yang imersif.
Hudaibiyah — lokasi bersejarah tempat Nabi Muhammad menandatangani Perjanjian Hudaibiyah; kini berdiri sebuah masjid di situs tersebut.
Terusan Zubaida — dibangun lebih dari seribu tahun lalu atas perintah Ratu Zubaida (istri Khalifah Harun Rasyid) untuk mengatasi krisis air bagi jemaah haji.
Gunung Abu Qubais — dikaitkan dengan peristiwa mukjizat terbelahnya bulan.
Museum Assalaamu Aleyka Ayyuhan Nabiyyu — menampilkan kehidupan Nabi Muhammad melalui artefak dan replika, hasil kolaborasi lebih dari 150 ulama.
Gua Thawr di Jabal Thawr — tempat persembunyian Nabi Muhammad dan Abu Bakar saat hijrah ke Madinah.
Perpustakaan Makkah Al-Mukarramah — berlokasi di dekat tempat kelahiran Nabi, menyimpan lebih dari 350.000 buku dan manuskrip langka.
Pabrik Kiswah (Kompleks King Abdulaziz) — tempat pembuatan kain penutup Ka'bah berwarna hitam bersulam emas dan perak setiap tahun.
Dua pemandu wisata lokal, Ahmed Khan dan Aman Javaid, menceritakan pengalaman mereka membimbing jemaah ke situs-situs yang kurang dikenal ini selama bertahun-tahun, dan pentingnya memberikan informasi yang akurat kepada para peziarah.
Di Madinah:
Masjid Al-Qiblatain — dikenal karena dua mihrabnya, menandai lokasi turunnya perintah mengubah arah kiblat.
![]() |
| Masjid Al Qiblatain |
Masjid Abu Bakar — menghormati sahabat dan khalifah pertama.
Masjid Al-Ahzab — menandai lokasi doa Nabi yang membawa kemenangan dalam pertempuran penting.
Masjid Al-Ghamamah — situs kecil namun penting untuk ziarah.
Masjid Khandaq — terkait Perang Khandaq (624 M) antara Muslim Madinah dan pasukan Makkah.
Taman Salman Al-Farisi — tempat Nabi menanam 300 pohon kurma untuk membebaskan Salman dari perbudakan, dekat Masjid Quba.
Museum Al-Madinah — museum tertua di kota ini, menampilkan sejarah Islam dan kehidupan Nabi.
Museum & Taman As-Safiyyah, termasuk Museum Kisah Penciptaan yang menggunakan teknologi visual modern.
Museum Kereta Api Hejaz — di stasiun bersejarah, menampilkan lokomotif tua dan dokumentasi sejarah jalur kereta yang dibangun untuk memudahkan perjalanan haji.
Kunjungan ke situs-situs ini diharapkan memperdalam pemahaman sejarah Islam sekaligus apresiasi terhadap warisan budaya Kerajaan Arab Saudi, menjadikan ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang lebih utuh.
[Sumber: Arab News ]
