TheKhalifa.ID - Kabar kepastian biaya haji untuk musim 1448 Hijriah atau 2027 Masehi akhirnya menemui titik terang. Pemerintah bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI resmi menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Penetapan ini menjadi sinyal bagi para calon jemaah yang masuk dalam antrean keberangkatan tahun 2027 untuk mulai menyiapkan dana pelunasan.
Dari total pagu biaya tersebut, skema pembiayaan dibagi ke dalam dua komponen utama. Porsi pertama adalah Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibebankan langsung kepada jemaah, yakni sebesar 55,50 persen atau sekitar Rp54.648.825. Sementara itu, porsi kedua dialokasikan dari Nilai Manfaat (NM) dana kelolaan haji sebesar 44,50 persen atau Rp43.817.526,35 per jemaah.
Beban Pelunasan Lebih Ringan
Meski angka total operasional haji mendekati Rp100 juta per orang, dana yang wajib disetorkan jemaah saat masa pelunasan justru tercatat lebih hemat dibandingkan musim haji sebelumnya. Penurunan beban tersebut mencapai sekitar Rp3.384.981,58.
Keringanan ini terjadi berkat kalkulasi akumulasi dana yang telah disetor jemaah sebelumnya. Dari kewajiban Bipih sebesar Rp54.648.825, jemaah sudah memiliki tabungan setoran awal pendaftaran sebesar Rp25 juta. Ditambah lagi, terdapat alokasi imbal hasil Virtual Account (VA) sekitar Rp3,4 juta serta bantuan subsidi dari pemerintah senilai Rp3,2 juta. Dengan kombinasi skema tersebut, sisa uang yang perlu dibayarkan calon jemaah pada tahap pelunasan rata-rata berada di kisaran Rp23.048.825.
Menjaga Kualitas Layanan dan Nilai Kurs
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menerangkan bahwa kalkulasi pembiayaan tahun 2027 dirancang berlandaskan asas keadilan, akuntabilitas, serta ketahanan finansial dana haji jangka panjang. Penetapan ini juga berpijak pada proyeksi nilai tukar mata uang asing, yakni US$1 setara Rp17.500 dan 1 riyal Arab Saudi (SAR) sebesar Rp4.666,67.
"Pemerintah bersama Panja Komisi VIII DPR RI terus berupaya merumuskan skema pembiayaan yang proporsional dan akuntabel. Kami berkomitmen untuk memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci tetap terjaga secara optimal, seimbang antara beban jemaah dan optimalisasi nilai manfaat," tutur Irfan di Jakarta.
Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal transparansi pemanfaatan dana, mulai dari logistik domestik hingga operasional peribadatan di Arab Saudi. Fokus utama pelayanan difokuskan pada pemenuhan standar fasilitas akomodasi, katering konsumsi, layanan bus antarkota, hingga kenyamanan jemaah saat menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Komponen Penerbangan per Embarkasi
Sebagai catatan, nominal akhir Bipih di tiap daerah memiliki selisih tergantung bandara keberangkatan. Untuk musim 2027, Embarkasi Aceh mencatatkan biaya penerbangan paling terjangkau, sementara daerah embarkasi lain menyesuaikan jarak dan rute logistik ke Arab Saudi. Pemerintah juga mengusulkan penanganan potensi kenaikan avtur pesawat agar kelancaran perjalanan jemaah tetap terjaga tanpa menambah beban mendadak.
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jemaah yang berhak berangkat pada alokasi kuota 2027 untuk rutin memantau kanal pengumuman resmi demi memastikan jadwal, syarat administrasi, dan prosedur teknis setoran pelunasan tidak terlewatkan.
Sumber: Himpuh